Di rumah sakit bersalin, seorang ibu sedang menatap sayu melihat jabang bayinya yang baru saja dilahirkannya tergeletak lemah dipenuhi dengan selang-selang infus di sekujur tubuhnya. Betapa tidak ? bayi yang baru saja dilahirkannya itu ternyata hanya memiliki satu buah ginjal yang masih berfungsi dalam tubuhnya. 

    Dengan bantuan alat kedokteran, keluarga itu pun mampu merawatnya dengan penuh kasih sayang. Walau hanya memiliki satu buah ginjal dalam tubuhnya. Waktu membuktikan bahwa kekurangan dalam tubuh bukanlah suatu hal yang membuat seseorang tak bisa hidup lebih lama. Bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu, bekerja dengan sempurna. Walaupun terkadang anak itu harus melakukan cuci darah setiap 2 minggu sekali, tapi itu semua tak menghalanginya untuik terus maju. 

    Suatu hari anak permpuan itu begegas pulang kerumah dan membenamkan wajahnya sambil menangis, ibu pun ikut terurai air mata. Ia tau hidup anak perempuannya penuh dengan penderitaan dan tragedi. Sambil terisak dia bercerita “mau sampai kapan aku seperti ini ? “. Sang ayah pun yang dari tadi di ambang pintu hanya membuang pandangannya kelangit-langit atap, tak kuasa manahan kesedihan. Begitulah meski tumbuh dengan kekurangan anak permpuan itu kini telah dewasa dengan kasih sayang dan dorongan orang tuanya. Ia tumbuh sebagai wanita yang cantik dan cerdas rupanya ia pun pandai bergaul sehingga di sukai teman-temannya. Ia mengembangkan bakat dibidang menulis.

    suatu hari sang ayah bertemu dengan dokter spesialis ginjal & penyakit dalam. Dokter berkata,” saya percaya bisa memindahkan satu buah ginjal untuk putri bapak, tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan ginjalnya”. maka orang tua anak perempuan itu mulai mecari siapa yang mau mendonorkan ginjal kepada anak mereka. beberapa bulan sudah berlalu dan tibalah saatnya mereka memanggil anak perempuan itu.” nak seseorang yang tak dikenal telah bersedia mendonorkan ginjalnya untukmu namun ini sangantlah rahasia”.

    Operasi berjalan dengan sukses, ia pun seperti terlahir kembali ia sudah tak memakai peralatan kedokteran dan tidak pernah lagi cuci darah yang biasanya ia lakukan setiap 2 minggu sekali. Bakat menulisnya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan iapun banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian iapun menikah dan  bekarja sebagai penulis buku. Ia lantas menemui ibunya ” ibu aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku, ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belom membalas kebaikanny. Ibu menjawab,” ibu yakin kau tidak akan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan ginjal itu.

    Tahun berganti tahun kedua orang tua perempuan itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga tersebut. pada hari itu ibu dan anak perempuannya berdiri di tepi peti jenazah ayahnya yang baru saja meninggal. Tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal menyerahkan selembar kertas kepadanya,melihat kenyataan bahwa ginjal ayahnya yang diberikan kepadanya, meledaklah tangisannya. ia merasakan bahwa Cinta dan pengorbanan seorang ayah yang telah menyelamatkan hidupmya  dari kematian.